Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Paparkan Riset Isu Kontemporer Pada Ujian Seminar Proposal Tesis Gelombang XIII Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Cirebon – 27 November 2025, Pascas...
Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Paparkan Riset Isu Kontemporer Pada Ujian Seminar Proposal Tesis Gelombang XIII Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Cirebon – 27 November 2025, Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menggelar kegiatan akademik penting berupa Seminar Ujian Proposal (SUP) Tesis Gelombang XIII (Tiga Belas) Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 27 November 2025, bertempat di Gedung A Ruang Sidang Pascasarjana, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Acara dibuka secara resmi dan dihadiri oleh jajaran pimpinan, termasuk Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Ilman Nafi'a, M.Ag., yang turut bertindak sebagai pimpinan sidang dalam beberapa sesi ujian. Pada gelombang kali ini, Program Studi Magister Hukum Keluarga (HK) mendominasi sesi pagi hingga siang hari dengan menghadirkan lima mahasiswa yang siap mempertahankan rancangan penelitian mereka. Keenam mahasiswa tersebut adalah Shella Sri Hayati Latusia, Apib Subarkah, Alfindo Fernanda Risqi, Ibnu Fikri, dan Deden Jamaludin. Partisipasi aktif mahasiswa HK ini menunjukkan dinamika akademik yang tinggi serta keseriusan mahasiswa dalam menyelesaikan studi tepat waktu sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan oleh Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Tema-tema penelitian yang diusung oleh mahasiswa S2 Hukum Keluarga kali ini sangat beragam dan relevan dengan isu-isu sosial-keagamaan kontemporer. Shella Sri Hayati menyoroti pengaruh tingkat pendidikan terhadap pemahaman waris berdasarkan gender. Di sisi lain, isu-isu hukum perkawinan seperti poligami sirri, dampak perceraian terhadap psikososial anak, hingga analisis penyimpangan praktik ta'aruf di masyarakat juga menjadi bahasan menarik yang dipaparkan oleh Apib Subarkah, Alfindo Fernanda, dan Ibnu Fikri.
Proses pengujian berlangsung khidmat dan kritis, dengan melibatkan jajaran dosen penguji dan pembimbing yang kompeten di bidangnya. Para akademisi senior seperti Prof. Dr. H. Kosim, M.Ag. , Prof. Dr. H. Sugianto, MH., serta Prof. Dr. H. Wasman, M.Ag., hadir untuk memberikan masukan konstruktif guna mempertajam metodologi dan substansi tesis para mahasiswa. Kehadiran para guru besar dan doktor ahli hukum Islam ini menjamin bahwa proposal yang diseminarkan memiliki bobot ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan sebelum melangkah ke tahap penelitian lapangan. Beberapa sorotan menarik dalam sesi HK adalah Riset Shella Sri Hayati Latusia yang mengangkat isu krusial mengenai korelasi pendidikan dan pemahaman keagamaan. Dalam proposal tesisnya yang berjudul "Pengaruh Tingkat Pendidikan di Indonesia Terhadap Pemahaman Pembagian Harta Warisan Berdasarkan Gender Menurut Al-Qur'an Surat An-Nisa Ayat 11", Shella berusaha membedah sejauh mana latar belakang akademis masyarakat mempengaruhi interpretasi mereka terhadap teks suci terkait keadilan gender dalam kewarisan. Di hadapan penguji Prof. Dr. H. Kosim, M.Ag. dan Dr. H. Akhmad Khalimy, M.Hum., riset ini dinilai sangat relevan di tengah perdebatan kontemporer mengenai tekstualitas dan kontekstualitas hukum waris Islam di Indonesia. Diskusi yang tak kalah hangat muncul saat Ibnu Fikri memaparkan riset lapangan (empiris) mengenai fenomena pergeseran nilai dalam proses perjodohan Islami. Melalui judul "Ta'aruf dalam Perspektif Hukum Islam: Analisis Empiris Terhadap Penyimpangan Praktik Ta'aruf di Masyarakat Desa Teja Kec. Rajagaluh Kab. Majalengka", Ibnu menyoroti adanya kesenjangan (gap) antara idealitas hukum Islam dengan realitas sosial yang terjadi di masyarakat pedesaan. Penelitian ini memotret bagaimana adat dan kebiasaan lokal terkadang mendistorsi konsep ta'aruf yang syar'i. Deden Jamaludin yang mengkaji implementasi prinsip keadilan dalam putusan hakim terkait izin poligami di Pengadilan Agama Sumber. Diskusi mendalam terjadi antara penguji dan mahasiswa mengenai aspek maslahat dan keadilan gender dalam hukum Islam. Hal ini menegaskan komitmen Program Studi Hukum Keluarga UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk tidak hanya melahirkan lulusan yang paham teks hukum, tetapi juga peka terhadap konteks sosial dan penegakan keadilan di masyarakat. Dengan terlaksananya seminar ini, diharapkan para mahasiswa dapat segera melakukan perbaikan sesuai arahan dewan penguji dan melanjutkan ke tahap penelitian tesis. Pihak Pascasarjana berharap hasil riset ini nantinya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan khazanah keilmuan Islam, khususnya di bidang Hukum Keluarga di Indonesia.
Bagikan Artikel: