

Empat Mahasiswa Magister Hukum Keluarga Ikuti Ujian Sidang Tesis Gelombang III 2026 Pascasarjana UIN SSC Cirebon
Program Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menyelenggarakan Ujian Sidang Tesis Gelombang III Tahun Akademik 2025/2026. Pada pelaksanaan kali ini, empat mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HK) mengikuti tahapan akademik akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah atas penelitian yang telah mereka susun selama menempuh studi magister.
Sidang Tesis Jadi Ruang Pembuktian Akademik Mahasiswa Prodi HK
Program Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu akademik melalui pelaksanaan Ujian Sidang Tesis Gelombang III Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses akhir studi mahasiswa program magister, sekaligus forum ilmiah untuk menguji kualitas riset, kedalaman analisis, dan kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan tim penguji.
Khusus pada Program Studi Hukum Keluarga Islam (HK), terdapat empat mahasiswa yang mengikuti ujian sidang tesis, yaitu Ishak Lubis, Muhamad Kholid, Hartatiah, dan Andika Faisalluqman. Keikutsertaan para mahasiswa ini menunjukkan semangat akademik yang terus tumbuh di lingkungan Prodi HK dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan isu-isu hukum keluarga Islam dan dinamika sosial keagamaan di tengah masyarakat.
Beragam tema penelitian yang diangkat para mahasiswa mencerminkan keluasan cakupan kajian Prodi HK. Ishak Lubis menyoroti persoalan hadhanah melalui analisis perbandingan implikasi hukum dalam putusan pengadilan agama. Kajian ini memperlihatkan pentingnya telaah terhadap putusan hukum sebagai bagian dari penguatan studi hukum keluarga Islam, terutama dalam isu pengasuhan anak pascaperselisihan keluarga.
Sementara itu, Muhamad Kholid mengangkat penelitian mengenai penyelesaian kekerasan dalam rumah tangga melalui pendekatan restorative justice dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif. Tema ini memiliki nilai strategis karena menyentuh persoalan yang sangat dekat dengan realitas sosial, sekaligus menawarkan sudut pandang akademik yang menempatkan keadilan, kemanusiaan, dan nilai-nilai hukum sebagai landasan penyelesaian masalah keluarga.
Adapun Hartatiah menghadirkan penelitian tentang pengaruh komunikasi keluarga dan strategi coping terhadap kemandirian anak prajurit dalam perspektif maqasid al-syariah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kajian hukum keluarga Islam tidak hanya berkutat pada aspek normatif, tetapi juga mampu menjangkau dimensi sosial keluarga secara lebih kontekstual dan multidisipliner.
Di sisi lain, Andika Faisalluqman mengangkat tema pemanfaatan tanah wakaf produktif di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon. Penelitian tersebut menegaskan bahwa ruang lingkup Prodi HK juga terbuka pada isu-isu pengelolaan aset keagamaan yang memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, hukum Islam tidak hanya dipahami sebagai norma, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan dan kemaslahatan umat.
Pelaksanaan sidang tesis ini menjadi sarana evaluasi akademik yang sangat penting, karena mahasiswa dituntut untuk mempresentasikan hasil penelitiannya secara sistematis, menjawab pertanyaan penguji dengan argumentasi yang kuat, serta menunjukkan penguasaan terhadap metodologi dan substansi kajian. Dalam konteks ini, sidang tesis bukan semata-mata agenda formal, melainkan bagian dari proses pembentukan intelektual yang matang dan bertanggung jawab.
Melalui ujian sidang tesis ini, Prodi Hukum Keluarga Islam diharapkan terus melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, memiliki integritas keilmuan, dan peka terhadap persoalan hukum keluarga Islam di tengah masyarakat. Hasil-hasil penelitian mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, lembaga peradilan, dan kehidupan sosial keagamaan secara lebih luas.