Berita & Informasi

Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar FGD Pembaharuan Kurikulum Selama Empat Hari, Prodi HKI S-2 Perkuat Relevansi Akademik Bersama Stakeholder

Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar FGD Pembaharuan Kurikulum Selama Empat Hari, Prodi HKI S-2 Perkuat Relevansi Akademik Bersama Stakeholder

CIREBON — Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) pembaharuan kurikulum selama empat hari, mulai 13 hingga 16 April 2026, sebagai bagian dari penguatan mutu akademik melalui integrasi pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan diseminasi kurikulum/mata kuliah. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap per kelompok program studi, kemudian ditutup dengan forum bersama seluruh prodi pada hari keempat.

Pada hari pertama, Senin 13 April 2026, pembahasan diikuti Prodi PAI S-2, PAI S-3, dan MPI S-2. Hari kedua, Selasa 14 April 2026, forum difokuskan untuk Prodi SPI S-2, PMI S-2, dan HKI S-2. Selanjutnya, Rabu 15 April 2026, pembahasan berlangsung untuk Prodi EKOS S-2, EKOS S-3, dan HKI S-3. Adapun pada Kamis 16 April 2026, seluruh program studi mengikuti FGD bersama di Auditorium Pascasarjana Lantai 3. Jadwal ini menunjukkan bahwa pembaharuan kurikulum dilakukan secara sistematis, terencana, dan menyeluruh di lingkungan Pascasarjana.

Khusus bagi Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) S-2, forum pada Selasa 14 April 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat relevansi akademik dan arah pengembangan keilmuan program studi. Surat undangan FGD menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan akademik melalui integrasi pengembangan kurikulum OBE, sehingga setiap mata kuliah diarahkan agar memiliki kontribusi yang jelas terhadap capaian pembelajaran lulusan.

Urgensi pembaharuan kurikulum semakin terasa di tengah perubahan sosial, perkembangan hukum, dan transformasi teknologi yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, Prodi HKI S-2 memerlukan kurikulum yang tidak hanya kokoh secara keilmuan, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan zaman. Melalui FGD ini, struktur mata kuliah, materi pembelajaran, dan capaian pembelajaran ditelaah kembali agar lulusan memiliki kompetensi akademik, profesional, dan kontekstual yang semakin kuat.

Keseriusan Pascasarjana dalam menyusun pembaharuan kurikulum tampak dari keterlibatan unsur pimpinan universitas dan sivitas akademika dalam kegiatan ini. Dalam daftar peserta undangan tercantum Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kepala Biro AKU, Direktur Pascasarjana, Wakil Direktur Pascasarjana, para ketua program studi, hingga dosen homebase dari berbagai prodi. Untuk forum tanggal 14 April 2026, Ketua Prodi HKI S-2 Dr. Akhmad Khalimy, S.H., M.Hum. juga tercantum sebagai peserta bersama dosen-dosen homebase HKI S-2.

Tidak hanya melibatkan unsur internal kampus, kegiatan ini juga dirancang dengan mengundang para stakeholder dan alumni. Dalam catatan agenda revisi kurikulum disebutkan bahwa setiap program studi diminta menyiapkan undangan untuk dosen homebase, beberapa stakeholder, dan alumni. Keterlibatan mereka penting untuk memastikan bahwa kurikulum yang dihasilkan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan lapangan, perkembangan profesi, serta dinamika masyarakat yang menjadi ruang pengabdian lulusan.

Secara teknis, masing-masing program studi juga diminta menyiapkan draft revisi kurikulum dan mata kuliah yang paling tidak memuat nama mata kuliah, deskripsi, capaian pembelajaran mata kuliah, subpokok pembahasan, dan referensi. Ketentuan ini menegaskan bahwa forum pembaharuan kurikulum bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang kerja akademik yang serius, rinci, dan berorientasi pada mutu. Bagi HKI S-2, hal ini menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat peta keilmuan program studi secara lebih terukur.

FGD ini juga menjadi sangat penting karena Pascasarjana menetapkan agar seluruh program studi memasukkan mata kuliah Literasi Digital dan Teknologi Siber dalam Studi Islam. Arah kebijakan ini menunjukkan bahwa pembaharuan kurikulum tidak berhenti pada penguatan substansi keilmuan klasik, tetapi juga menyentuh kebutuhan baru di era digital. Dalam konteks HKI S-2, penguatan dimensi digital menjadi relevan untuk memperluas perspektif mahasiswa dalam membaca isu-isu hukum keluarga Islam yang berkembang di tengah perubahan teknologi dan masyarakat kontemporer.

Selain itu, revisi kurikulum juga diarahkan agar sesuai dengan aturan terbaru mengenai jumlah minimal SKS. Penyesuaian tersebut penting untuk menjaga keselarasan tata kelola akademik dengan regulasi pendidikan tinggi yang berlaku. Dengan demikian, hasil FGD diharapkan mampu melahirkan kurikulum yang bukan hanya visioner dan adaptif, tetapi juga tertib secara administratif dan implementatif dalam pelaksanaan pembelajaran.

Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag., dalam surat undangan kegiatan menegaskan bahwa FGD ini merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan akademik melalui integrasi pengembangan kurikulum OBE dan diseminasi kurikulum/mata kuliah di Pascasarjana. Penegasan ini memperlihatkan bahwa pembaharuan kurikulum diposisikan sebagai agenda strategis institusi dalam membangun pendidikan pascasarjana yang unggul, relevan, dan berdaya saing.

Bagi Prodi HKI S-2, pelaksanaan FGD selama empat hari di tingkat Pascasarjana ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan arah pengembangan akademik ke depan. Dengan melibatkan pimpinan, dosen homebase, stakeholder, dan alumni, proses pembaharuan kurikulum diharapkan mampu menghasilkan rancangan kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan zaman, memperkuat kualitas lulusan, dan mempertegas kontribusi Prodi HKI S-2 dalam pengembangan keilmuan hukum keluarga Islam di Indonesia.

Penutup Redaksional
Melalui FGD pembaharuan kurikulum yang berlangsung selama empat hari ini, Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmen nyata dalam membangun budaya akademik yang kolaboratif, terbuka, dan berbasis mutu. Hasil forum diharapkan menjadi pijakan kuat bagi penguatan layanan akademik dan peningkatan kualitas lulusan, khususnya di Program Studi HKI S-2, agar semakin siap menjawab tantangan keilmuan, profesi, dan kebutuhan masyarakat.

Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas